Sejarah Kapal Selam
Banyak ahli dan cendekiawan pada abad ke-16 sudah mulai mencari bentuk dan
sistem untuk membuat kendaraan bawah air ini. Ilhamnya dimulai dari perahu atau
kapal biasa. Kaitannya jelas, kapal atau perahu meluncur di atas air. Beberapa bagiannya
berada di dalam air.
Lalu timbul pemikiran: "Bagaimana kalau semua bagian kapal dapat
berada di dalam air, tapi tetap dapat meluncur dan dikendarai seperti kapal
biasa ?!"
Lalu pemikiran dengan bantuan ilmu pengetahuan untuk membuat kapal selam
muncul pada tahun 1578. William Bourne, seorang ahli matematika, merancang
sebuah kapal dilapisi oleh kulit yang kedap air. Kapal ini dimaksudkan dapat
didayung di dalam air, karena waktu itu belum dikenal adanya mesin.
Tapi kapal ini gagal diwujudkan. Gagasan serupa diteruskan oleh orang
Jerman pada tahun 1620. Pembuatnya bernama Cornelis Drebbel, membuat kapal yang
berhasil menyelam sedalam 360 sampai 450 centimeter, didayung oleh 12 orang.
Kapal selam sederhana tanpa dayung serta peralatan yang lebih maju dimulai
oleh seorang anak sekolahan d Yale (Amerika Serikat), David Bushnell. Kapal
selam ciptaannya berbentuk seperti telur, terbuat dari kayu.
Perlengkapan utamanya adalah pipa pernapasan ke atas permukaan air,
baling-baling yang diputar dengan tenaga tangan, tangki yang mengelola daya
apung dan tenggelam kapal selam ini (bila ingin menyelam, beberapa tangki diisi
air lewat katup yang dapat diatur dengan kaki dan bila timbul ke atas air, air
ini dipompa keluar dengan tangan), kompas dan sebuah pemberat agar kedudukan
kapal tetap. Karena kapal ini kemudian dipergunakan untuk perang, maka kapal
ini juga diperlengkapi dengan torpedo. Padahal ini baru tahun 1775 !?
Kapal selam dengan penggerak bukan manusia dimulai oleh Robert Fulton. Ia
menggunakan mesin uap untuk menjalankan kapalnya. Dan untuk memudahkan kapal
meluncur maju, kapal ini dibuat dengan bentuk cerutu. Kapal cerutu ini membawa
2 awak kapal dan sudah mampu menyelam beberapa jam.
Kapal selam yang lebih maju lagi dipunyai Angkatan Laut AS pada tahun 1900.
Penciptanya bernama John PG Holland dan kapalnya dinamakan Holland. Panjang
kapal 1.590 centimeter, dijalankan dengan tenaga mesin bensin dan listrik.
Karena merupakan bagian peralatan militer, kapal ini dilengkapi dengan persenjataan,
di antaranya torpedo, dengan lontaran tekanan udara.
Tapi dalam pemakaiannya, bahan bakar bensin sering membahayakan kapal itu
sendiri. Kemudian untuk mengatasi masalah ini, dibuat mesin dengan bahan bakar
yang lebih aman, yaitu solar, dengan mesin diesel. Ini terjadi pada tahun 1905
dan pelopornya adalah Inggris. Kapal selam bertenaga diesel ini kemudian
menjadi bakuan kapal-kapal selam berikutnya. Sekarang ini ada kapal selam yang
berkekuatan sampai 1.000-1.600 tenaga kuda pada dieselnya.
Setelah Perang ke-2 Dunia (P2D), peralatan dan kemampuan kapal selam maju
lebih jauh lagi. Dalam perang itu -misalnya- kapal selam AL-AS juga menggunakan
mesin diesel jenis Fleet. Kapal selam mereka panjangnya 90 meter, dengan awak
kapal 85 orang, berkecepatan 20 knot di atas air dan 10 knot di dalam air, 10
buah laras torpedo terpasang di bagian depan dan belakang kapal, dengan
kemampuan melepaskan 24 buah torpedo setiap laras. Setiap torpedo berisi
sekitar 250 kiligram bahan peledak. Kecepatan kapal selam ini sesungguhnya bisa
mencapai 45 knot, tapi dengan alasan keamanan kapal itu sendiri, kecepatan yang
dipergunakan hanya 20 knot. Dengan kecepatan ini torpedo dapat dilontarkan
dengan kecepatan 29 knot.
AS malah semakin menunjukkan kekuatan pertahanan laut yang semakin kokoh.
Pada tahun 1954, AL-AS membuat sejarah baru, dengan meluncurkan kapal selam
pertama bertenaga nuklir, bernama Nautilus. Pada tahun itu pula semua puncak
kemampuan dan kecepatan kapal selam ditumbangkan olehnya. Nautilus pun menjadi
kapal selam pertama yang berhasil melintasi Kutub Utara pada tahun 1958.
Ada puncak lain yang dibuat, tapi oleh kapal selam lain bernama Triton.
Tahun 1960 Triton berhasil mengarungi seluruh lautan di dunia di bawah air.
Kapal ini melintasi 66.970 kilometer dan mengarunginya dalam 84 hari saja.
Bukan cuma itu, pada tahun 1960 AS juga telah mulai melengkapi kapal-kapal
selam mereka dengan peluru kendali (rudal) antarbenua. Rudal balistik ini bisa
melewati 1.930 kilometer dan menghancurkan negara yang dituju.
Tapi bukan AS saja yang punya kapal selam nuklir. Soviet juga punya. Bahkan
menurut ahli-ahli militer dunia, Soviet punya armada kapal selam yang lebih
banyak. Soviet punya sekitar 350 kapal selam, dengan sekitar 60 kapal selam
dipersenjatai rudal balistik. AS cuma punya 135 kapal selam dengan 40 di
antaranya bersenjata rudal balistik. Mereka berdua memang tukang perang,
sehingga memang harus punya peralatan perang yang banyak.
Negara-negara lain yang lebih cinta damai sudah tentu punya peralatan yang
lebih sedikit. Contohnya Indonesia, yang hanya memiliki 4 buah kapal selam, 2
buatan Soviet dan 2 buatan Jerman Barat. Yang lebih awal diberi nama Pasopati
dan Bramastra, sedang yang disebut terakhir Nanggala dan Cakra.
“Prinsip Kerja Kapal Selam
( HUKUM ARCHIMEDES)”
Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air,
umumnya digunakan untuk tujuan dan
kepentingan militer. Sebagian besar Angkatan Laut memiliki dan
mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya
masing-masing negara berbeda. Selain digunakan untuk kepentingan
militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan
air tawar dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam
manusia.
Ternyata kapal selam menggunakan prinsip penerapan Hukum
Archimedes( pelajaran fisika smp, sma) yang tekait dengan terapung, melayang
dan tenggelam. Kapal selam memiliki beberapa bagian
yang membuat kapal selam dapat melayang dan terapung di dalam air,
bagian-bagian tersebut yaitu :
·
Tangki Ballast berfungsi untuk menyimpan udara dan
air.
·
Katup udara, berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam ballast (tangki).
·
Katup air, berfungsi untuk memasukkan air ke dalam ballast
(tangki).
·
Tangki Kompresor udara, yang berfungsi memompa air keluar
dari ballast dan diganti dengan udara.
Prinsip Kerja Kapal Selam
Kapal selam di desain memiliki tanki balast (trim), Tanki balast
berfungsi menyimpan udara dan air. Ketika kapal selam siap
untuk menyelam, katup-katup besaryang dikenal sebagai “kingstons”, yang
terletak di dasar tangkibalas, dibuka untuk membiarkannya masuk ke
laut. Udara di dalam tangki keluar melalui katup-katup pada bagian
atas, yang dikenal sebagai “lubang-lubang angin”. Kapal selam itu masuk ke
dalam air. Ketika kapal selam siap untuk muncul ke permukaan,
lubang-lubang angin ditutup dan tekanan udara didorong masuk ke dalam
tangki-tangki. Hal ini meniup air kembali melalui kingstons, dan kapal
selam itu pun naik.
Dapat dikatakan bahwa tangki ballast ketika berisi udara berfungsi sebagai
pelampung kapal selam sehingga kapal selam dapat terapung. Syarat benda dapat
melayang di dalam air adalah ketika gaya apung benda sama besar dengan berat
benda tersebut. Kapal selam ketika akan menyelam, membuka katup air dan
menutup katup udara sehingga air laut masuk ke dalam tangki ballast dan membuat
berat kapal selam bertambah serta tenggelam hingga ke kedalaman
yang diinginkan. Karena masih memiliki udara dari tangki
kompresor udara, kapal selam dapat menyeimbangkan gaya apung dengan beratnya.
Namun, kapal selam akan pecah dan hancur jika terlalu dalam menyelam karena
sesuai prinsip tekanan hidrostatis yaitu, semakin dalam masuk ke dalam air maka
tekanan hidrostatisnya akan semakin besar.
Ketika kapal selam akan naik ke atas permukaan air, kapal selam membuka
katup udara sehingga air di dalam tangki ballast terpompa keluar dan kapal
selam akan terdorong naik.
“JENIS – JENIS KAPAL
SELAM”
1.TYPE 209 CLASS
Kalah perang memang berefek jelek bagi Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa Aria tetap wajib tunduk pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal selam dengan bobot lebih dari 1000 ton .
Jelas aturan tadi bisa mematikan kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209 yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an.
Nah, biar tak terjerat pada aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor. Lebih dari 12 AL dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah jadi tanda keandalan kapal selam ini.
Spesifikasi:
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)
2.KILO CLASS
Primadona Rusia di bidang ekspor kapal selam ? jawabannya tak ada lain ada pada kelas kilo. Kalau sudah begini pastilah kita menyangka kapal racikan era 80-an ini hebat segala-galanya, padahal pada kenyataannya ia tak lebih dari sebuah kapal selam jarak sedang (Medium Range).
Artinya dia kurang mampu dalam untuk diajak berenang antar samudra. Toh, kekurangannya jadi tak membuat "Barat" bisa memergoki dengan mudah. Selain karena dikenal dengan teklnologi semi stealth. Mesin diesel yang di gunakan pada kelas kilo ini terbukti tangguh dalam memberikan perlawanan.
Tercatat NATO baru bisa menyimak jelas-jelas KILO pada tahun 1986. Atau setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas Operasional
Spesifikasi :
Kru : 60 orang
Bobot Selam : 3.000 ton
Bobot Permukaan : 2.500 ton
Panjang (P) : 70 Meter
Beam (b) : 9,9 m
Drought : 6,5 meter
Mesin : Dua generator disel; motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah
Kecepatan Selam Mks : 16 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 12 Knot
Persenjataan : Enam tabung terpedo kaliber 21 inci (533mm) atau ranjau di bagian depan
3.DELTA CLASS
Julukan si Bongkok memang pantas melekat pada kapal selam Soviet yang satu ini, kelas Delta. Betapa tidak ? dengan punuk yang menempel di bagian belakang punggung maka bayangan kapal akan terlihat seperti orang bongkok. Tapi, jangan salah , justru pada bagian itulah kunci dari kesaktian Delta. Disitu tertanam 16 Pelontar rudal Balistik SS-N-18 Stingray.
Mulai dibuat pada tahun 1972, Delta punya banyak varian sebut saja dari Delta I hingga IV. Untuk varian yang terakhir tadi sebanyak 14 buah kapal berhasil di rampungkan pada tahun 1985 pihak barat sering memergoki kapal selam ini mondar-mandir di sekitar wilayah Antartika dan Pasifik
Spesifikasi :
Kru : 120 orang.
Bobot Selam : 13.550 ton
Bobot Permukaan : - ton
Panjang (P) : 164 Meter
Beam (b) : 12 m
Drought (d) : 9 meter
Mesin : Dua reaktor dengan dua baling-baling ganda
Kecepatan Selam Mks : 24-25 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : - Knot
Persenjataan : Enam tabung Torpedo dan 16 pelontar rudal vertikal
Kalah perang memang berefek jelek bagi Jerman. Bahkan setelah 25 tahun PD II berlalu, bangsa Aria tetap wajib tunduk pada peraturan yang dibuat sekutu. Mereka tidak di perbolehkan membangun kapal selam dengan bobot lebih dari 1000 ton .
Jelas aturan tadi bisa mematikan kreativitas. Tapi Tenang saja, masih ada jalan keluarnya. Buktinya biro desain kapal selam Jerman Barat, IKL (Ingenieurkontor lubeck) nekat melangsir type 209 yang berbobot lebih dari 1.000 ton pada era 70 an.
Nah, biar tak terjerat pada aturan sekutu maka kapal selam ini hanya di tujukan bagi pangsa pasar ekspor. Lebih dari 12 AL dunia (termasuk TNI AL) memakai varian type 209, cukuplah jadi tanda keandalan kapal selam ini.
Spesifikasi:
Kru : 30-33 orang.
Bobot Selam : 1.440 ton
Bobot Permukaan : 1.320 ton
Panjang (P) : 61 Meter
Beam : 6,2 m
Drought : 5,5 meter
Mesin Empat Generator MTU, Sebuah Motor Elektrik Siemens, baling-baling tunggal
Kecepatan Selam Mks : 22 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 11 Knot
Persenjataan : Delapan Tabung Peluncur Terpedo Kaliber 21 Inci (533 mm)
2.KILO CLASS
Primadona Rusia di bidang ekspor kapal selam ? jawabannya tak ada lain ada pada kelas kilo. Kalau sudah begini pastilah kita menyangka kapal racikan era 80-an ini hebat segala-galanya, padahal pada kenyataannya ia tak lebih dari sebuah kapal selam jarak sedang (Medium Range).
Artinya dia kurang mampu dalam untuk diajak berenang antar samudra. Toh, kekurangannya jadi tak membuat "Barat" bisa memergoki dengan mudah. Selain karena dikenal dengan teklnologi semi stealth. Mesin diesel yang di gunakan pada kelas kilo ini terbukti tangguh dalam memberikan perlawanan.
Tercatat NATO baru bisa menyimak jelas-jelas KILO pada tahun 1986. Atau setahun setelah kapal ini resmi masuk ke dalam dinas Operasional
Spesifikasi :
Kru : 60 orang
Bobot Selam : 3.000 ton
Bobot Permukaan : 2.500 ton
Panjang (P) : 70 Meter
Beam (b) : 9,9 m
Drought : 6,5 meter
Mesin : Dua generator disel; motor elektrik dan baling-baling tunggal enam bilah
Kecepatan Selam Mks : 16 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : 12 Knot
Persenjataan : Enam tabung terpedo kaliber 21 inci (533mm) atau ranjau di bagian depan
3.DELTA CLASS
Julukan si Bongkok memang pantas melekat pada kapal selam Soviet yang satu ini, kelas Delta. Betapa tidak ? dengan punuk yang menempel di bagian belakang punggung maka bayangan kapal akan terlihat seperti orang bongkok. Tapi, jangan salah , justru pada bagian itulah kunci dari kesaktian Delta. Disitu tertanam 16 Pelontar rudal Balistik SS-N-18 Stingray.
Mulai dibuat pada tahun 1972, Delta punya banyak varian sebut saja dari Delta I hingga IV. Untuk varian yang terakhir tadi sebanyak 14 buah kapal berhasil di rampungkan pada tahun 1985 pihak barat sering memergoki kapal selam ini mondar-mandir di sekitar wilayah Antartika dan Pasifik
Spesifikasi :
Kru : 120 orang.
Bobot Selam : 13.550 ton
Bobot Permukaan : - ton
Panjang (P) : 164 Meter
Beam (b) : 12 m
Drought (d) : 9 meter
Mesin : Dua reaktor dengan dua baling-baling ganda
Kecepatan Selam Mks : 24-25 Knot
Kecepatan Permukaan Mks : - Knot
Persenjataan : Enam tabung Torpedo dan 16 pelontar rudal vertikal
4.DAPHNE CLASS
Ini adalah prinsip orang Prancis buat meracik sebuah Kapal Selam di era 50-an. Mengorbankan kecepatan agar bisa menyelem lebih dalam serta mengusung senjata lebih berat. Nah, prinsip semacam itulah yang lantas diterapkan pada kapal selam Daphne.
Karakter khas yang disandang adalah soal pemasangan torpedo, sebanyak 12 tabung terpasang eksternal. Perinciannya, delapan menghadap depan sisanya menghadap ke belakang. Sistem seperti tadi di percaya mengurangi beban awak kerja awak. Tercatat AL Prancis pernah mengoprasikan 11 unit kepal selam tipe ini sebelum di pensiunkan pada tahun 1990.
Spesifikasi :
Kru : 45 orang.
Bobot Selam : 1.045 ton
Bobot Permukaan : 870 ton
Panjang (P) : 57,8 Meter
Beam (b) : 6,8 Meter
Drought : 4,6 meter
Mesin : Dua Generator Disel dan Dua motor elektrik
Kecepatan selam Mks : 16 knots Knots
Kecepatan permukaan Mks : 13,5 Knots
Persenjataan : Delapan Tabung Terpedo Di Bagian Depan Dan Empat Lainnya Di Belakang
Ini adalah prinsip orang Prancis buat meracik sebuah Kapal Selam di era 50-an. Mengorbankan kecepatan agar bisa menyelem lebih dalam serta mengusung senjata lebih berat. Nah, prinsip semacam itulah yang lantas diterapkan pada kapal selam Daphne.
Karakter khas yang disandang adalah soal pemasangan torpedo, sebanyak 12 tabung terpasang eksternal. Perinciannya, delapan menghadap depan sisanya menghadap ke belakang. Sistem seperti tadi di percaya mengurangi beban awak kerja awak. Tercatat AL Prancis pernah mengoprasikan 11 unit kepal selam tipe ini sebelum di pensiunkan pada tahun 1990.
Spesifikasi :
Kru : 45 orang.
Bobot Selam : 1.045 ton
Bobot Permukaan : 870 ton
Panjang (P) : 57,8 Meter
Beam (b) : 6,8 Meter
Drought : 4,6 meter
Mesin : Dua Generator Disel dan Dua motor elektrik
Kecepatan selam Mks : 16 knots Knots
Kecepatan permukaan Mks : 13,5 Knots
Persenjataan : Delapan Tabung Terpedo Di Bagian Depan Dan Empat Lainnya Di Belakang
5.WALRUS CLASS
Walrus bisa di golongkan sebagai wakil kapal selam konvensional modern. Tak perulah membedah soal jeroan kapal Belanda ini untuk membuktikannya. Dilihat dari tahun peluncuran pertamanya saja sudah bisa. Walrus diluncurkan pertama kali pada di galangan kapal pada bulan Oktober 1985.
Ia merupakan jawaban atas kebutuhan armada kapal selam AL Belanda. Basis yang dipakai pengembangan adalah kelas Zvaardvis. Tentu saja setelah mendapat pembenahan disana-sini
Spesifikasi:
Kru : 50 orang.
Bobot Selam : 2.800ton
Bobot Permukaan : 2.450 ton
Panjang (P) : 67,7 Meter
Beam (b) : 8,4 Meter
Drought : 7 Meter
Mesin : Tiga Motor Disel, motor elektrik dan dua baling-baling tunggal
Kecepatan selam Mks : 21 Knots
Kecepatan permukaan Mks : 12Knots
Persenjataan : Empat Tabung Torpedo Multi Fungsi ke arah depan
Walrus bisa di golongkan sebagai wakil kapal selam konvensional modern. Tak perulah membedah soal jeroan kapal Belanda ini untuk membuktikannya. Dilihat dari tahun peluncuran pertamanya saja sudah bisa. Walrus diluncurkan pertama kali pada di galangan kapal pada bulan Oktober 1985.
Ia merupakan jawaban atas kebutuhan armada kapal selam AL Belanda. Basis yang dipakai pengembangan adalah kelas Zvaardvis. Tentu saja setelah mendapat pembenahan disana-sini
Spesifikasi:
Kru : 50 orang.
Bobot Selam : 2.800ton
Bobot Permukaan : 2.450 ton
Panjang (P) : 67,7 Meter
Beam (b) : 8,4 Meter
Drought : 7 Meter
Mesin : Tiga Motor Disel, motor elektrik dan dua baling-baling tunggal
Kecepatan selam Mks : 21 Knots
Kecepatan permukaan Mks : 12Knots
Persenjataan : Empat Tabung Torpedo Multi Fungsi ke arah depan
6.LOS ANGELES CLASS
Kode resmi yang disandang oleh kapal selam kelas Los Angeles adalah SSN, artinya monster laut bikinan AS ini tergolong sebagai mesin penyerang (attack). Kalau dibedah tugas yang disandang bisa beragam. Menghantam target darat dengan rudal Tomahawk. Menjebol kapal perang lawn dengan bermodalkan Harpoon.
Serta melahap kapal selam lawan dengan torpedo Mk48 atau ADCAP (Advanced Capability). Itulah deretan kesaktian Los Angeles. Predikat hebat juga melekat pada jumlah unit yang dibuat. Sejak di operasikan pertama kali pada 13 November 1976 sebanyak 52 buah kapal telah di luncurkan.
Spesifikasi:
Kru : 127 orang.
Bobot Selam : 6,927 ton
Bobot Permukaan : 6.080 ton
Panjang (P) : 109 Meter
Beam (b) : 10,1 Meter
Drought : 9,8 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S6G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 31 Knots
Persenjataan : empat tabung Toperdo Multi fungsi
Kode resmi yang disandang oleh kapal selam kelas Los Angeles adalah SSN, artinya monster laut bikinan AS ini tergolong sebagai mesin penyerang (attack). Kalau dibedah tugas yang disandang bisa beragam. Menghantam target darat dengan rudal Tomahawk. Menjebol kapal perang lawn dengan bermodalkan Harpoon.
Serta melahap kapal selam lawan dengan torpedo Mk48 atau ADCAP (Advanced Capability). Itulah deretan kesaktian Los Angeles. Predikat hebat juga melekat pada jumlah unit yang dibuat. Sejak di operasikan pertama kali pada 13 November 1976 sebanyak 52 buah kapal telah di luncurkan.
Spesifikasi:
Kru : 127 orang.
Bobot Selam : 6,927 ton
Bobot Permukaan : 6.080 ton
Panjang (P) : 109 Meter
Beam (b) : 10,1 Meter
Drought : 9,8 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S6G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 31 Knots
Persenjataan : empat tabung Toperdo Multi fungsi
7.OHIO CLASS
Bila Soviet berjaya dengan Typhoon maka AL AS cukup bangga dengan kehadiran kapal selam nuklir kelas Ohio. Lantaran rival, jadi sah-sah saja kalau ia juga menerapkan taktik operasi yang sama dengan typhoon. rudal-rudal Triden yang di usung Ohio bisa di pakai menghantam seluruh kota besar Soviet.
Dan untuk itu posisi kapal selam tak harus berada pada dekat dengan di wilayah lawan. Ide pembuatan Ohio muncul pada era 70-an. Kala AL AS berniat untuk meracik kapal selam baru buat pengganti pendahulunya yaitu kelas George Washington dan Ethan Allen. Maklum, kedua jenis kapal selam tadi tak bisa dimuati oleh rudal balistik Trident.
Spesifikasi:
Kru : 160 orang.
Bobot Selam : 18.750 ton
Bobot Permukaan : 16.764 ton
Panjang (P) : 170,7 Meter
Beam (b) : 12,8 Meter
Drought : 11,1 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S8G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 24 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo
Bila Soviet berjaya dengan Typhoon maka AL AS cukup bangga dengan kehadiran kapal selam nuklir kelas Ohio. Lantaran rival, jadi sah-sah saja kalau ia juga menerapkan taktik operasi yang sama dengan typhoon. rudal-rudal Triden yang di usung Ohio bisa di pakai menghantam seluruh kota besar Soviet.
Dan untuk itu posisi kapal selam tak harus berada pada dekat dengan di wilayah lawan. Ide pembuatan Ohio muncul pada era 70-an. Kala AL AS berniat untuk meracik kapal selam baru buat pengganti pendahulunya yaitu kelas George Washington dan Ethan Allen. Maklum, kedua jenis kapal selam tadi tak bisa dimuati oleh rudal balistik Trident.
Spesifikasi:
Kru : 160 orang.
Bobot Selam : 18.750 ton
Bobot Permukaan : 16.764 ton
Panjang (P) : 170,7 Meter
Beam (b) : 12,8 Meter
Drought : 11,1 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S8G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 24 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo
8.LE REDOUTABLE CLASS
Dari namanya saja sudah bisa ditebak kala selam yang saru ini adalah buatan Francis, mulai diracik pada awal era 60-an dan berhasil dirampungkan tahun 1971, le Redoutable, merupakan simbol pertama kekuatan tahun 1971, le Redoutable merupakan simbol pertama kekuatan balistik laut AL Prancis.
Biasis yang di pakai untuk pengembangannya adalah kapal selam AL AS dari kelas Lafayette. Sebagai senjata utamanya La Redoutable mengusung 16 rudal balistik buatan lokal pada bagian punggung. Tipikal rudal yang balistik buatan lokal pada bagian punggungnya.
Tipikal rudal yang di bawa beragam sejalan dengan perkembangan kemampuannya. Mulai dari M1 yang masih punya jarak jangkau terbatas hingga M20 berhulu ledak thermo-nuklir
Spesifikasi:
Kru : 135 orang.
Bobot Selam : 9.000 ton
Bobot Permukaan : 8.000 ton
Panjang (P) : 128 Meter
Beam (b) : 10,6 Meter
Drought : 10 Meter
Mesin : Sebuah reaktor , sebuah motor listrik Dengan baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 16 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo
Dari namanya saja sudah bisa ditebak kala selam yang saru ini adalah buatan Francis, mulai diracik pada awal era 60-an dan berhasil dirampungkan tahun 1971, le Redoutable, merupakan simbol pertama kekuatan tahun 1971, le Redoutable merupakan simbol pertama kekuatan balistik laut AL Prancis.
Biasis yang di pakai untuk pengembangannya adalah kapal selam AL AS dari kelas Lafayette. Sebagai senjata utamanya La Redoutable mengusung 16 rudal balistik buatan lokal pada bagian punggung. Tipikal rudal yang balistik buatan lokal pada bagian punggungnya.
Tipikal rudal yang di bawa beragam sejalan dengan perkembangan kemampuannya. Mulai dari M1 yang masih punya jarak jangkau terbatas hingga M20 berhulu ledak thermo-nuklir
Spesifikasi:
Kru : 135 orang.
Bobot Selam : 9.000 ton
Bobot Permukaan : 8.000 ton
Panjang (P) : 128 Meter
Beam (b) : 10,6 Meter
Drought : 10 Meter
Mesin : Sebuah reaktor , sebuah motor listrik Dengan baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 16 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo
9.RESOLUTION CLASS
Urusan kapal selam pelontar rudal nuklir, inggris punya jenis yang senada dengan Francis. Terbukti kerajaan ini lantas ikutan mengadopsi kapal selam AS kelas lafayette sebagai basis untuk membangun kapal selam Resolution. Keputusan tadi dibuat lantaran Paman Sam melimpahkan sejumlah rudal balistik Polaris pada era 60-an sebanyak setengah lusin kelas Resolution rencananya akan di bangun.
Sayang, angan-angan itu tak mulus terwujud. Tahun 1964 terjadi perubahan politik di dalam negeri inggris. Kapal keenam batal untuk dibuat. Sementara sisa nyta yang telah terlanjur jadi, diubah tugasnya menjadi kapal selam serang.
Spesifikasi:
Kru : 143 orang.
Bobot Selam : 8.400 ton
Bobot Permukaan : 7.500 ton
Panjang (P) : 129,5 Meter
Beam (b) 10,1 Meter
Drought : 9,1 Meter
Mesin : Sebuah Reaktor PWR 1 Baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 16 rudal vertikal balistik polaris A-3TK; Enam, Tabung Terpedo
Urusan kapal selam pelontar rudal nuklir, inggris punya jenis yang senada dengan Francis. Terbukti kerajaan ini lantas ikutan mengadopsi kapal selam AS kelas lafayette sebagai basis untuk membangun kapal selam Resolution. Keputusan tadi dibuat lantaran Paman Sam melimpahkan sejumlah rudal balistik Polaris pada era 60-an sebanyak setengah lusin kelas Resolution rencananya akan di bangun.
Sayang, angan-angan itu tak mulus terwujud. Tahun 1964 terjadi perubahan politik di dalam negeri inggris. Kapal keenam batal untuk dibuat. Sementara sisa nyta yang telah terlanjur jadi, diubah tugasnya menjadi kapal selam serang.
Spesifikasi:
Kru : 143 orang.
Bobot Selam : 8.400 ton
Bobot Permukaan : 7.500 ton
Panjang (P) : 129,5 Meter
Beam (b) 10,1 Meter
Drought : 9,1 Meter
Mesin : Sebuah Reaktor PWR 1 Baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 16 rudal vertikal balistik polaris A-3TK; Enam, Tabung Terpedo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar